Jumat, 20 Februari 2015

[REVIEW] ALBUM: ARCTIC MONKEYS – AM (2013)


Album kelima dari band asal Inggris, Arctic Monkeys yang resmi keluar pada September 2013 lalu berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa. Dalam 1 minggu dari masa debut album tersebut, AM telah terjual sebanyak 157,000 kopi dan menduduki posisi pertama dari UK album  charts. Tidak hanya sampai di situ, AM juga meraih Brit award pada Best British album.


AM meliputi 12 lagu bergenre indie rock dan dapat disebut sebagai album paling original dari Arctic Monkeys dan berhasil menggabungkan hip-hop drum beats dengan 70’s heavy rock, yang menjadikan daya tarik album ini.

Track pertama, Do I Wanna Know? yang dijadikan lagu pembuka dari setiap AM Tour (2013-2014) dibuka dengan catchy beats yang dinamakan sebagai ‘zombie head-banging’ adalah lagu yang walaupun dapat saya dengarkan sejuta kali, namun masih memiliki daya tarik seperti ketika pertama kali saya mendengarkannya. If sexy has a jam, this must be it, adalah kalimat hal yang paling bisa mendeskripsikan lagu ini. Suara merdu Alex Turner, petikan gitar Jamie Cook, bass sempurnanya Nick O’Malley, dan perfect beats Matt Helders berpadu menjadikan “Do I Wanna Know?” simply one of the best song out there.


Track berikutnya, R U Mine? adalah lagu pertama yang diluncurkan Arctic Monkeys pada Februari 2013 dan menduduki posisi pertama di berbagai charts. R U Mine? didominasi electric guitar dan drum yang menawan dan memanjakan telinga kita sampai lagu ini berakhir.

One For the Road dan Arabella menawarkan beat yang lebih slow. Dan dua lagu ini definitely can pass for a drive! Lyrics genius Alex Turner kembali membuktikan bahwa kemampuannya memainkan kata dan menggunakan kalimat yang sangat metaforis merupakan salah satu yang terbaik di industri musik.
Arabella's got a 70's head 
But she's a modern lover 
It's an exploration, she's made of outer space 
And her lips are like the galaxy's edge 
And her kiss the colour of a constellation falling into place
It’s just too good 

Kemudian I Want It All menurut saya adalah selingan yang manis di lagu AM ini. Definitely bukan lagu yang akan saya rekomendasi bila orang ingin mengenal Arctic Monkeys, namun didengarkan bersama lagu AM lainnya, I Want It All adalah ekstra yang tidak pernah salah.

No 1. Party Anthem adalah mengingatkan saya kepada lagu “hyme”, namun dengan sentuhan ala Arctic Monkeys. Saya benar-benar menyukainya dan berpikir bahwa lagu ini salah satu hasil eksplorasi Arctic Monkeys yang terbaik.

Fireside, kembali lagi adalah lagu yang akan saya rekomendasikan di album ini. Seamless blend dari petikan gitar, drum, dan bass menjadikan Fireside lagu yang tidak boleh dilewatkan.
I'm not sure if I should show you what I've found
Has it gone for good? 
Or is it coming back around? 
Isn't it hard to make up your mind? 
When you're losing and your fuse is fireside

Snap Out of It adalah salah satu alasan saya menjadi fans berat Arctic Monkeys. Nuansa industrial rock yang menurut saya cukup easy listening bagi publik, bridges yang menambah indah lagu ini, serta suara Alex Turner yang memikat are just so irresistible.



Knee Socks is just gorgeous that I keep coming back and back to this song. Pertamanya, Knee Socks bukan merupakan lagu favorit saya, namun setelah mendengarnya beberapa kali, saya sungguh jatuh cinta dengan…semuanya.

Bagian favorit saya:
You and me could have been a team 
Each had a half of a king and queen seat 
Like the beginning of mean streets 
You could be my baby 
I Wanna Be Yours adalah untuk kesekian kalinya, sebuah permata di dunia musik yang mulai “out of control” ini. Lirik, bass, gitar, drum, vokal – semuanya saya beri nilai sempurna, hanya bila kalimat “I Wanna Be Yours” diutarakan oleh mereka ke saya ;)




Akhir kata, sangat sulit sekali untuk memilih lagu yang paling saya sukai di album ini karena semuanya memiliki warna mereka masing-masing, namun tetap harmonis menjadikan AM album terbaik Arctic Monkeys (sampai sekarang).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar